Jurnal Calam

Jurnal Calam
"Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak"
-Bob Sadino (1933-2015)

Jokowi Didalam Twitter Resminya Berharap JMP Bisa Jadi Simbol Perdamaian


Jembatan Merah Putih (JMP) terbentang melintasi Kota Ambon, Maluku. Jembatan yang menghubungkan Desa Galala di Kecamatan Sirimau dan Desa Poka di Kecamatan Teluk Ambon ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat maluku untuk beraktifitas.

Presiden Joko Widodo di dalam akun resmi twitter nya mengharapkan, Jembatan Merah Putih ini bisa jadi simbol perdamaian dan kebersamaan rakyat Maluku. Sebelumnya Jokowi resmikan Jembatan Merah Putih pada 4 April 216.

Jembatan dengan panjang 1140 meter dibangun sejak Juli 2011 ini diharapkan dapat mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari Kota Ambon menuju Bandara Pattimura dan sebaliknya, sehingga biaya operasional kendaraan dapat berkurang.

Selain itu, jembatan terpanjang di Indonesia Timur ini diharapkan dapat memperlancar dan mempermudah jalannya perekonomian masyarakat Maluku.



Kota Bandung Raih Internatioanal Award

Walikota Bandung, Ridwan Kamil sedang memperlihatkan piagam penghargaan dari Australia unuk Kota Bandung.
Bandung,  - Pemerintah Kota Bandung kembali mendapatkan penghargaan setelah sebelumnya pada November 2015 meraih penghargaan Anugerah Adipura 2015 dari Kementrian Lingkungan Hidup.

Kali ini, Kota Bandung mendapatkan penghargaan International Award dari Australia untuk Manajemen Sanitasi Kota, mengelola air limbah menjadi air bersih yang punya nilai ekonomi.

"Dimana program hibahnya dibantu dan didukung oleh Australia" Ujar Ridwan Kamil lewat Halaman  resmi facebook-nya.

Selain itu, Staf Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia, Steven B, melakukan blususkan untuk melihat langsung fasilitas dan memangcing ikan di Paledang, Kota bandung.

"Hatur nuhun transfer ilmunya kita kebut untuk area-area lainnya" pungkas emil di halaman resmi facebook-nya. (Calam Rahmat)

Studium General Mahasiswa UIN Bandung

Puluhan mahasiswa menunggu kedatangan pembicara untuk kegiatan kuliah umum di Aula Fakultas Dakwah dan komunikasi, UIN Bandung, selasa (23/2).

Bandung,- Fakultas Dakwah dan Komunikasi adakan Studium General (Kuliah Umum) dalam rangka Dies Natalis Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ke-48.

Selain itu, sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Bandung dengan Yayasan Dompet Dhuafa di Aula Fakultas Dakwah dan Komuniasu, selasa (23/2).

Acara yang bertemakan “Strategi Pengembangan Media Massa Islam di Indonesia” di ikuti oleh Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan beberapa civitas akademik UIN Bandung. Serta menghadirkan wartawan senior dan pendiri Dompet Dhuafa, Parni Hadi, sekaligus sebagai pembicara dalam kuliah umum kali ini.

Dalam kuliah umum tersebut Parni Hadi memaparkan menjadi seorang wartawan berarti menjadi pewaris nabi karena mengemban profesi mulia. “Bukan hanya sekedar melakukan pelaporan tetapi harus menjadi pelopor, inisiator bahkan provokator” Ujar Parni.

Ia juga menjelaskan bahwa sebuah informasi yang ada di media massa tidak bebas nilai dan tidak bebas kepentingan. Baik kepentingan ideologi, politik, ekonomi, budaya, sosial, agama maupun keamanan.

Menurutnya sebuah media massa islam dibutuhkan strategi untuk bisa mencapai kualitas yang baik. “Apakah ideloginya islam, orang-orangnya islam, sasarannya orang islam, atau ruhnya islam” Ujar Parni. (Calam Rahmat)

Ika, Mahasiswi UIN Bandung Terbaik 2015

Ika Wartika (kanan, tanpa topi toga) berfoto bersama teman-teman nya setelah Wisuda Ke-62 UIN Sunan gunung Djati Bandung, Kota Bandung.
Bandung, Ika Wartika, Mahasiswi kelahiran Sumedang, 28 Agustus 1993 ini meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi pada Wisuda Ke-62 UINSunan Gunung Djati Bandung pada September 2015.  Mahasiswi yang gemar nonton film ini tidak menyangka dirinya akan lulus dengan indeks tertinggi.

Mahasiswi Jurusan Agroteknologi, Fakultas Sains danTeknologi angkatan 2011 ini berjuang dengan begitu keras dalam mencapai puncaknya, lulus tepat waktu. Remaja dari pasangan Bapa Amid dan Ibu Nunung ini begitu gigih dalam mencapai cita-citanya.

Latar belakang oang tua yang bekerja sebagai petani tak lantas membuat remaja 22 tahun ini menyerah. Kegigihan nya dalam belajar menjadi kunci utama selama dia kuliah hingga dia bisa meraih predikat Mahasiswi terbaik lulusan 2015 Wisuda Ke-62 UIN Bandung.

Mahasiswa yang sering menjadi asisten praktikum di beberapa mata kulliah ini mendapat IPK 3,97 yang kemudian tak lantas membuat dia besar hati. Kerendahan hatinya yang tetap ia tunjukan menjadi rasa syukur yang begitu dalam.

“Tapi bukan masalah seberapa besarnya IPK, tapi seberapa besarnya manfaat yang bisa diberikan untuk masyarakat” Ujar Ika. Selain itu, dia juga merasa masih belum bisa memberikan yang terbaik untuk kampus UIN Bandung.

Target terdekatnya ialah bekerja sesuai apa yang ia kuasai. Ia juga bercita-cita ingin melajutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. (Calam Rahmat)

Kegagahan Baret Ungu Mahasiswi UIN Bandung

Upacara Penutupan Pendidikan Latihan Dasar Kemiliteran Operasi Patahilah Komando Resimen Mahasiswa Mahawarman UIN Bandung, Jumat (12/2/2016). Diklat diikuti oleh 22 peserta, terdiri dari 20 Mahasiswa/i UIN Bandung dan 2 orang Mahasiswa STAI Al-Jamawi.
Beberapa anggota Menwa melakukan simulasi serangan menyusup ke lokasi korban sandera di depan Aula Multipurpose UIN Bandung dalam rangkaian Penutupan Diklat Sarmil Ke XXX.

Anggota Menwa berhasil menyelamatkan korban dalam simulasi medan perang di Aula Multipurpose UIN Bandung.


Kegagahan Mahasiswi UIN Bandung terbalut baret ungu *)

Prosesi pemasangan baret ungu kepada peserta dari Mahasiswi UIN Bandung, Nur Ratnasari, oleh orang tua siswa.

Nur Ratnasari (19) Mahasiswi UIN Bandung menangis haru saat dipasangi baret ungu oleh orang tuanya pada Penutupan Diklat Sarmil Ke XXX di depan Aula Multipurpose UIN Bandung.



Back To Top